Aku Bukan Jalan Pulang


kamu mengatakan rasa rindu
seperti mengirim surat ke batu bata
dan berharap batu itu memeluk balik.
aku jawab: "gak boleh.
agar kamu gak keterusan"

karena mati rasa ku kambuh lagi setiap hari,
batin jadi kulkas kosong
isi cuma suara ketukan yang kupreteli jadi alfabet
dan huruf vokalmu tak lagi kupahami.

aku sudah pernah penuh,
tapi sekarang aku tinggal garis putus di peta
yang bahkan kompas pun malas baca.
Rasa hambar menghampiri ku selintas,
seperti iklan rokok di tengah malam.

jadi jangan bawa rindu ke sini,
ia cuma akan duduk
tanpa tahu kapan pulang
dan aku bukan tuan rumah yang bisa menjamu luka dua kali

— Garut, Juli 2025

Komentar